Nyamuk adalah serangga kecil berparuh yang
terlihat rapuh. Penampilan yang sedikit menipu. Nyamuk betina mempunyai paruh
seperti tombak yang sangat tajam untuk mencari protein yang ada dalam darah.
Protein tersebut diperlukan untuk mematangkan telur yang nanti akan dilepaskan
dalam genangan air.
Nyamuk yang lebih berbahaya adalah yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan nyamuk Jantan hanya makan sari bunga tanaman. Tetapi kita tidak mungkin dapat mengidentifikasinya bukan ?? :p
Oleh karena itu akan lebih baik jika kita bisa mencegah agar para pasukan wanita nyamuk (or nyamuk betina?) tidak mendaratkan tombaknya di tubuh kita.
Nyamuk, Biang Penyakit
Karena seringnya nyamuk betina ini berpindah–pindah “pasangan” maka nyamuk bisa menjadi hewan vektor penular penyakit yang bersinggungan dengan darah. Mereka bertanggung jawab atas penularan, antara lain: Demam kuning, malaria, DBD, Kaki gajah dan lain–lain. Selain penyakit–penyakit ini gigitan nyamuk dapat membuat “bentol” (urtika) atau iritasi kulit yg memerah & membengkak. Atau suaranya yang mengganggu konsentrasi kalau mereka menyerang dikala kita mau tidur.
Ketika nyamuk memulai menusukkan paruhnya ke kulit kita, sebenarnya sang nyamuk telah menyuntikkan air liur yang bercampur dengan enzim pencernaan dan anti pembekuan darah. Pada gigitan pertama tidak berasa. Gigitan berikutnya, manusia akan merasakan adanya “protein asing” yang masuk ke tubuh. Akibatnya “bentol” kecil, merah & gatal akan terasa. Ini merupakan reaksi yang umum terjadi.
Nyamuk yang lebih berbahaya adalah yang berjenis kelamin perempuan, sedangkan nyamuk Jantan hanya makan sari bunga tanaman. Tetapi kita tidak mungkin dapat mengidentifikasinya bukan ?? :p
Oleh karena itu akan lebih baik jika kita bisa mencegah agar para pasukan wanita nyamuk (or nyamuk betina?) tidak mendaratkan tombaknya di tubuh kita.
Nyamuk, Biang Penyakit
Karena seringnya nyamuk betina ini berpindah–pindah “pasangan” maka nyamuk bisa menjadi hewan vektor penular penyakit yang bersinggungan dengan darah. Mereka bertanggung jawab atas penularan, antara lain: Demam kuning, malaria, DBD, Kaki gajah dan lain–lain. Selain penyakit–penyakit ini gigitan nyamuk dapat membuat “bentol” (urtika) atau iritasi kulit yg memerah & membengkak. Atau suaranya yang mengganggu konsentrasi kalau mereka menyerang dikala kita mau tidur.
Ketika nyamuk memulai menusukkan paruhnya ke kulit kita, sebenarnya sang nyamuk telah menyuntikkan air liur yang bercampur dengan enzim pencernaan dan anti pembekuan darah. Pada gigitan pertama tidak berasa. Gigitan berikutnya, manusia akan merasakan adanya “protein asing” yang masuk ke tubuh. Akibatnya “bentol” kecil, merah & gatal akan terasa. Ini merupakan reaksi yang umum terjadi.
Setelah beberapa kali gigitan, beberapa orang menjadi
kurang sensitif terhadap gigitan nyamuk, kecuali yang mempunyai alergi khusus terhadap
gigitan nyamuk. Untuk anak kecil, menghindari gigitan nyamuk adalah suatu
keharusan.
Nyamuk tertarik dengan sesuatu yang mengingatkan mereka pada sari bunga, daging mamalia dan bau manusia. Beberapa spesies nyamuk beroperasi mulai maghrib sampai fajar.
Pencegahan
Pencegahan yang paling efektif harus datang dari masyarakat sendiri. Dalam upaya pemberantasan vektor tersebut, upaya yang dapat dilakukan masyarakat antara lain dengan cara berperan aktif dalam pemantauan jentik berkala dan melakukan gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Nyamuk tertarik dengan sesuatu yang mengingatkan mereka pada sari bunga, daging mamalia dan bau manusia. Beberapa spesies nyamuk beroperasi mulai maghrib sampai fajar.
Pencegahan
Pencegahan yang paling efektif harus datang dari masyarakat sendiri. Dalam upaya pemberantasan vektor tersebut, upaya yang dapat dilakukan masyarakat antara lain dengan cara berperan aktif dalam pemantauan jentik berkala dan melakukan gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Tindakan PSN secara umum adalah dengan melakukan gerakan 3M yaitu menguras bak air, menutup tempat yang mungkin menjadi sarang berkembang biak nyamuk, mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. Selain itu, di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. Hal tersebut dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap periode waktu tertentu.
Dengan demikian gerakan PSN dengan 3M Plus yaitu:
- Menguras tempat-tempat penampungan air minimal seminggu sekali atau menaburinya dengan bubuk abate untuk membunuh jentik nyamuk.
- Menutup rapat-rapat tempat penampungan air agar nyamuk Aedes aegipty tidak bisa bertelur.
- Mengubur dan membuang barang-barang bekas seperti ban bekas, kaleng bekas yang dapat menampung air hujan.
Pencegahan ini akan berhasil dengan baik jika upaya PSN dengan 3M Plus dilakukan secara sistematis, terus-menerus dan berupa gerakan serentak, sehingga dapat mengubah perilaku masyarakat dan lingkungannya ke arah perilaku dan lingkungan yang bersih dan sehat, dengan demikian tidak lagi kondusif untuk hidup nyamuk.
Beberapa penelitian menganjurkan untuk mengkonsumsi thiamine (vitamin B1) 25 mg sampai 50 mg tiga kali sehari sebagai obat manjur untuk menghindari gigitan nyamuk. Vitamin yang aman ini akanmemproduksi bau kulit yang tidak tercium oleh manusia tapi bikin mual nyamuk yang sedang hamil (Pediatric Clinics of North America, 16:191, 1969). Obat ini cocok untuk orang-orang yang bereaksi alergi tinggi terhadap gigitan nyamuk. Thiamine akan kelihatan hasilnya setelah 2 (dua) minggu setelah diminum secara teratur, yaitu setelah baunya merata ke seluruh permukaan kulit. Bawang putih juga bekerja dengan cara yang sama (kecuali tentu saja manusia juga ikut 'menikmati' baunya), tetapi penelitian belum pernah dilakukan untuk efek bau bawang putih ini. Satu penelitian terakhir gagal menunjukkan bahwa bawang putih berfungsi sebagai pencegah gigitan nyamuk (Med Vet Entomol, 2005, 19(1)84-9.)
Penanggulangan
Perawatan terhadap reaksi berlebihan akibat gigitan nyamuk adalah dengan kompres dingin, antihistamin, senyawa anti-gatal, dan obat-obat anti peradangan. Untuk kompres dingin, taruhlah satu pak es batu di dalam kain halus dan usap/tekan ke bagian yang bentol-bentol. Tanyakan kepada apoteker anda mengenai obat-obat anti-peradanganyang tepat untuk buah hati anda. Beberapa obat hanya diperbolehkan lewat resep dokter.
Senyawa paling sederhana anti-gatal adalah pasta yang terdiri dari soda pengembang dan air. Gunakan air secukupnya untuk membikin adonan lengket, lalu sebarkan. Lulur calamin bekerja dengan cara yang sama, dan biasanya bekerja lebih lama. Anak-anak yang lain mungkin lebih cocok dengan lulur berbau menthol seperti balsem.
Untuk obat anti peradangan, ibuprofen (Motrin atau Advil) atau naproxen (Alleve) bisa mengurangi bercak merah, nyeri, gatal, sakit menelan dan demam. Beberapa cream steroid dengan kadar tertentu juga bisa digunakan. Pada beberapa kejadian, reaksi gigitan nyamuk bisa sangat menyakitkan dan mengancam ketahanan sistem steroid di dalam tubuh kita.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa beberapa ramuan anti-radang alami sangat manjur untuk manusia: oral evening primrose oil (Lancet, 2:1120, 1982) dan papaverine (Journal of the American Academy of Dermatology, 13:806, 1985). Cari saja di apotek terdekat.
Sedangkan perawatan yang bersifat lebih kuat dan dalam tahap penelitian adalah pemberian hormon thymic , recombinant gamma interferon, radiasi ultraviolet, berbagai obat kemoterapi, dan immunotherapy dengan sari nyamuk (Clinical Pediatric Dermatology, Saunders 1993, Ann Allergy Asthma Immunol, 2007 Sept:99(3):273-80), tapi kita hanya mempertimbangkan kalau reaksi penderita akan gigitan nyamuk sudah betul-betul parah.
Last but not least
Nyamuk tetap merupakan bagian dari siklus sistem rantai makanan suatu lingkungan. Mereka diperlukan untuk beberapa species yang memangsanya. Jadi tidak mungkin benar – benar memusnahkan mereka dari dunia ini. Jadi mau tidak mau kita harus bisa mensiasati untuk hidup berdamai dengan Nyamuk. Ada beberapa cara pencegahannya, pilihlah yang terbaik agar kita terhindar dari serangan Nyamuk.
Sumber tulisan :
- http://dranak.blogspot.com/
- http://www.indonesiaindonesia.com/f/13744-profil-nyamuk-aedes-pembasmiannya/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar